BKPRMI Jakarta dan Polda Metro Jaya Bersinergi, Gerakan 1.000 Masjid untuk Pembinaan Generasi Muda
JAKARTA, 5 November 2026 – Dewan Pengurus Wilayah Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (DPW BKPRMI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Polda Metro Jaya dalam rangka memperkuat sinergi pembinaan generasi muda melalui gerakan memakmurkan masjid.
Audiensi yang berlangsung di Polda Metro Jaya, Kamis (5/11/2026), dipimpin langsung oleh Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, S.Sos.I., M.Sos., bersama jajaran pengurus. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun kolaborasi antara BKPRMI dan Polri dalam menciptakan masyarakat yang religius, aman, dan harmonis.

Dalam pertemuan tersebut, jajaran DPW BKPRMI DKI Jakarta mendapatkan arahan dari Kombes Pol Arief dan Sujanto selaku Direktur dan Wakil Direktur Binmaspol. Sinergi yang dibangun sejalan dengan tagline Polri, yakni “Polisi Bersama Masyarakat.”
Dalam arahannya, pihak Polda Metro Jaya menyampaikan apresiasi terhadap peran BKPRMI yang selama ini hadir di tengah masyarakat melalui dakwah dan pembinaan umat. BKPRMI dinilai sebagai bagian dari pahlawan tanpa tanda jasa yang terus mengabdikan diri melalui gerakan dakwah, pendidikan, dan pembinaan generasi muda.
Pihak Polda Metro Jaya berharap BKPRMI dapat terus bersinergi dengan Polri melalui berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, khususnya melalui gerakan memakmurkan masjid.

GEBER MASJID 1.000 Masjid, Kolaborasi Polri dan BKPRMI
Salah satu gagasan utama yang mengemuka dalam audiensi adalah pelaksanaan Gerakan Memakmurkan Masjid (GEBER MASJID) secara serentak di 1.000 masjid di seluruh wilayah DKI Jakarta.
Gerakan ini direncanakan menjadi program bersama Polri dan BKPRMI yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian sosial, memperkuat persatuan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Selain itu, direncanakan pula kegiatan doa bersama dan Khotmul Qur’an yang melibatkan Polri dan BKPRMI. Kolaborasi ini diharapkan menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara aparat kepolisian, pengurus masjid, dan masyarakat.
Melalui gerakan tersebut, masjid diharapkan semakin berperan sebagai pusat ibadah, dakwah, pendidikan, dan pembinaan masyarakat, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia.

Perkuat Pencegahan Radikalisme di Sekolah dan Keluarga
Dalam audiensi tersebut, pihak Polda Metro Jaya turut menyoroti meningkatnya potensi paparan paham ekstremisme di lingkungan pendidikan.
Program pencegahan telah menjangkau sejumlah sekolah, dengan enam titik yang menjadi perhatian dan memiliki jumlah serta karakteristik yang beragam. BKPRMI diharapkan dapat mengambil bagian dalam upaya pencegahan tersebut melalui pendekatan dakwah, pendidikan karakter, serta pembinaan keagamaan kepada para pelajar.
Pendekatan yang dilakukan harus menyentuh akar persoalan. Apabila sumber permasalahan berasal dari lingkungan sekolah, maka pembinaan perlu dilakukan di sekolah. Sementara jika persoalan berakar dari lingkungan keluarga, maka pendekatan harus dilakukan melalui pembinaan dan pendampingan keluarga.
Sinergi BKPRMI dan Polri diharapkan mampu menjadi kekuatan bersama dalam menyadarkan masyarakat serta membangun ketahanan generasi muda dari pengaruh paham ekstremisme.
Pembinaan Wilayah Rawan Narkoba Melalui Masjid
Selain persoalan ekstremisme, audiensi juga membahas upaya pembinaan masyarakat di sejumlah wilayah yang menjadi perhatian Polda Metro Jaya dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Pihak Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa pembinaan masyarakat di wilayah rawan narkoba menjadi salah satu fokus perhatian. Dalam hal ini, BKPRMI diharapkan dapat berkolaborasi dengan Polri melalui pendekatan pembinaan berbasis masjid.
Masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembinaan, edukasi, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi generasi muda.
Dalam pelaksanaannya, akar persoalan juga menjadi perhatian utama, baik yang berkaitan dengan pendidikan, keterbatasan lapangan pekerjaan, maupun faktor sosial lainnya.
Dengan demikian, program pembinaan tidak hanya berfokus pada penanganan masalah, tetapi juga pada upaya pencegahan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
BKPRMI Siap Bersinergi dengan Polri
Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, S.Sos.I., M.Sos., menyambut baik arahan dan gagasan kolaborasi yang disampaikan Polda Metro Jaya.
Menurutnya, BKPRMI memiliki jaringan masjid dan pemuda remaja masjid yang dapat menjadi kekuatan strategis dalam mendukung program pembinaan masyarakat.
Melalui GEBER MASJID, Khotmul Qur’an, pembinaan pelajar, serta pemberdayaan masyarakat, BKPRMI siap mengambil bagian dalam membangun lingkungan yang religius, aman, dan kondusif.
Audiensi ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi nyata antara DPW BKPRMI DKI Jakarta dan Polda Metro Jaya dalam mewujudkan masyarakat yang berakhlak, terbebas dari narkoba, serta memiliki ketahanan terhadap paham ekstremisme.
Bersama Polri dan masyarakat, BKPRMI terus bergerak memakmurkan masjid, membina generasi muda, dan menjaga Jakarta tetap aman serta harmonis.





