Pentingnya etika bisnis syariah dalam mencegah praktik korupsi

Oleh: Ikhwanul Dzikri (Mahasiswa Institute Agama Islam SEBI

Korupsi merupakan salah satu masalah yang menjadi tantangan sulit dalam dunia bisnis karena bisa merusak integrasi, kepercayaan masyarakat, dan menghalangi pertumbuhan ekonomi. Dari sudut pandamg islam, korupsi termasuk tindakan yang bertentangan dengan prinsip kejujuran, tanggung jawab, dan adil, serta dapat menimbulkan bagi banyak orang. Oleh karena itu, di perlukan penerapan etika bisnis syariah yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga berdasarkan nilai nilai syariah.

Etika bisnis syariah menekankan prinsip seperti amanah, adil, jujur, dan bertanggung jawab. Prinsip prinsip ini dapat membantu dalam membentuk perilaku usaha yang jujur dan berintegrasi. Artikel ini bertujuan  untuk menganalisis pentingnya etika bisnis syariah dalam mencegah tindakan korupsi. Dengan menerapkan etika bisnis syariah, integritas, akuntabilitas, dan transparansi dalam bisnis dapat meningkat, sehingga mengurangi resiko terjadinya korupsi serta penyalagunaan kekuasaan.

Pada kasus PT pertamina tahun 2025 adalah kasus yang melibatkan perusahaan minyak dan gas milik negara indonesia, Pertamina, kasus ini melibatkan pemalsuan antara minyak bumi bersubsidi dengan minyak bumi non subsidi. Ini adalah kasus korupsi terbesar di indonesia yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 193,7 tririun. Dari kasus tersebut tentunya PT Pertamina melanggar prinsip prinsip syariah dalam etika bisnis, yang pertama yaitu prinsip kejujuran, PT Pertamina tidak jujur dalam memberikan informasi tentang produk atau transaksi yang di anggap tidak jujur dan bertentangan dengan prinsip syariah. Yang kedua yaitu prinsip amanah, dengan menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi sehingga mereka menghilangkan rasa tanggung jawab yang telah di berikan, dalam etika bisnis syariah, kekuasaan bukan hanya sebuah keuntungan, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus di jalankan dengan baik. Yang ketiga yaitu, keadilan, PT Pertamina tidak adil di dalam ekonomi, karena korupsi mengalihkan dana publik yang pada akhirnya dapat membebani warga negara. yang ke empat yaitu tanggung jawab, pastinya setiap orang haru menyadari bahwa setiap keputusan dan tindakan yang di buat pasti memiliki dampak untuk orang lain, seperti kasus di atas, keputusan dan tindakan mereka untuk melakukan korupsi tentunya sangat memiliki dampak kepada masyarakat. Tidak hanya pada kasus di atas tapi pelaku bisnis manapun harus bertanggung jawab kepada atasan maupun bawahan, dan juga ke pada masyarakat dan allah SWT.

Selain itu, syariah juga mengharamkan penyalahgunaan harta dan kekuasaan yang di percayakan, karna tidak sesuai dengan etika bisnis, dan prinsip ini bertentangan dengan prinsip prinsip syariah, pada kasus di atas tentunya perlu menerapkan etika bisnis syariah. Oleh karena itu, untuk kita terhindar dari hal yang mendekatkan kita keapada korupsi, ada baiknya kita malatih diri kita dalam mengendalikan hawa nafsu, karena hal itu bisa terjadi saat nafsu sesaat. Oleh karna itu betapa pentingnya dalam menjaga hawa nafsu kita. Penarapan etika bisnis syariah harus di di dukung dengan sitem yang baik, misalnya peruusahaan menerapkan pengawaasan internal yang kuat, jikalau ada yang berkorupsi langsung di tindak dengan tegas, perusahaan juga perlu membangun kerja sama yang tinggi dalam hal kejujuran, keadilan, amanah, dan tanggung jawab. Dengan adanya sistem dan budaya yang baik pastinya bisa menjauhkan kita dari perbuatan korupsi. di indonesia mencerminkan bahwa lemahnya etika dalam bisnis yang menyebabkan kerugian yang besar, tidak hanya itu, tetapi  hilangnya kepercayaan masyarakat dan rekan kerja sama yang terlibat. Etika bisnis syariah bisa menjadi pedoman bagi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis secara profesional sekaligus menerapkan prinsip prinsip syariah. Generasi muda sekarang merupakan  penerus bangsa ini, tentunya para generasi muda sekarang harus paham akan etika bisnis syariah, karena generasi muda sekarang merupakan calon pemimpin, pengusaha di masa depan. Tentunya dengan memahami nilai nilai etika bisnis syariah seperti jujur, amanah, adil, dan tanggung jawab sejak hari ini, generasi muda sekarang tentunya sudah harus membangun budaya kerja sama yang sehat dan menolak segala bentuk korupsi.

Berdasarkan pembahasan di atas, dapat di simpulkan bahwa korupsi adalah tindakan yang bertentangan dengan prinsip prinsip syariah seperti kejujuran, amanah, keadilan, dan tanggung jawab.

Dalam kasus korupsi yang terjadi pada PT Pertamina menunjukan bahwa adanya kelemahan dalam penerapan nilai nilai etika dalam menjalankan bisnis karena dapat menimbulkan kerugian yang besar, baik dari negara, perusahaan, maupun masyarakat. Oleh karena itu, prinsip prinsip syariah harus di jadikan pedoman dalam menjalankan usaha oleh setiap pelaku bisnis agar tidak hanya memikirkan keuntungan saja, tetapi juga harus memperhatikan tanggung jawab moral dan sosial.

Selain itu, untuk mencegah korupsi tidak hanya bergantung pada pengawasan yang baik saja, tetapi pada pembentukan individu yang berdasarkan landasan nilai nilai islam. Dengan adanya penerapan etika bisnis syariah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mewajibkan dunia bisnis yang bersih, profesional dan bebas dari praktik korupsi

Dedi, Puadah, S., & Rusydi, I. (2022). Korupsi dan upaya pemberantasannya dalam perspektif hukum Islam. JUSTICES: Journal of Law, 1(1), 35–45.

Maulida, Novita, & Aisyah, S. F. (2024). Etika bisnis Islam: Implementasi prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam ekonomi syariah. El-Iqtishady: Jurnal Hukum Ekonomi Syariah, 6(1), 49–61.

Wuragil, S. (2017). Etika dalam bisnis syariah. Jurnal Hukum Islam dan Syariah, 3(1), 119–130.

Admin bkprmi Jakarta
Author

Admin bkprmi Jakarta

BKPRMI DKI Jakarta siap kolaborasi dan sinergi untuk Pembinaan dan Pengembangan Potensi Pemuda Remaja Masjid, Pemberantasan buta huruf AlQur'an, dan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com