DPW BKPRMI DKI Jakarta Apresiasi Inisiatif Gubernur Adakan Pengajian Subuh di Balaikota
Jakarta — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) BKPRMI DKI Jakarta menyampaikan apresiasi atas inisiatif Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam penyelenggaraan kegiatan Pengajian Subuh di lingkungan Balai Kota DKI Jakarta, yang diikuti oleh para alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, pimpinan Ormas dan juga para pejabat dilingkungan Pemprov DKI Jakarta.
DPW BKPRMI DKI Jakarta menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat nilai-nilai spiritualitas, etika kepemimpinan, dan juga silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Kehadiran kegiatan keagamaan di pusat pemerintahan menjadi simbol komitmen moral dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berlandaskan nilai religius dan kebajikan publik.
Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, menyampaikan bahwa Pengajian Subuh di Balaikota mencerminkan kepemimpinan yang memberikan keteladanan dan menghadirkan keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembangunan karakter.
“DPW BKPRMI DKI Jakarta memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas pelaksanaan Pengajian Subuh di Balaikota. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kepemimpinan yang menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi dalam menjalankan amanah pemerintahan. Kami memandang langkah ini sebagai bagian dari ikhtiar membangun Jakarta yang berakhlak, berintegritas, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat,” ujar Nanang Jahidin.
DPW BKPRMI DKI Jakarta berharap kegiatan pengajian subuh yang ditutup sementara hari ini (13/2/2026) karena menjelang bulan Ramadan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta melibatkan lebih banyak partisipasi berbagai unsur masyarakat.
Sebagai organisasi masyarakat kepemudaan Islam yang berkomitmen pada pembinaan remaja masjid dan generasi Qur’ani, DPW BKPRMI DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendukung program-program pemerintah dalam pembinaan moral dan spiritual masyarakat, membina generasi muda berbasis masjid serta memperkuat karakter kebangsaan dan keumatan menuju Jakarta yang religius dan berdaya saing.





