PANCASILA DAN PEMUDA REMAJA MASJID Oleh: Nanang Mubarok, Ketua Umum DPP BKPRMI

Opini Ketua Umum

PANCASILA DAN PEMUDA REMAJA MASJID

Oleh: Nanang Mubarok, Ketua Umum DPP BKPRMI

“Meneguhkan Nilai-Nilai Pancasila Melalui Gerakan Dakwah, Pendidikan, dan Pengabdian Pemuda Remaja Masjid”

Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untuk mengingat kembali fondasi ideologis yang menjadi perekat keberagaman bangsa. Di tengah berbagai tantangan global, perkembangan teknologi digital, krisis moral, polarisasi sosial, hingga perubahan budaya yang begitu cepat, Pancasila tetap relevan sebagai kompas kebangsaan yang menuntun arah perjalanan Indonesia menuju cita-cita kemerdekaan.

Bagi BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia), Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau simbol kenegaraan. Pancasila adalah nilai hidup yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas dakwah, pembinaan generasi muda, dan penguatan peran masjid sebagai pusat peradaban umat.

Sebagai organisasi kepemudaan berbasis masjid yang telah hadir sejak tahun 1977 dan memiliki jaringan hingga pelosok Indonesia, BKPRMI memandang bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya memiliki titik temu yang sangat kuat dengan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

Pancasila dan Islam: Harmoni Nilai untuk Indonesia

Seringkali muncul narasi yang mempertentangkan antara keislaman dan kebangsaan. Padahal para ulama, pendiri bangsa, dan tokoh umat telah memberikan teladan bahwa Indonesia dibangun atas semangat persatuan yang berlandaskan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persaudaraan, musyawarah, dan keadilan.

Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sejalan dengan ajaran tauhid yang menjadi inti ajaran Islam. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, mengajarkan penghormatan terhadap martabat manusia sebagaimana firman Allah SWT bahwa manusia dimuliakan sebagai khalifah di muka bumi.

Sila ketiga, Persatuan Indonesia, mengingatkan pentingnya ukhuwah dan persatuan dalam menjaga keutuhan bangsa. Sila keempat, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, mencerminkan nilai syura atau musyawarah dalam Islam. Sedangkan sila kelima, Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, sejalan dengan prinsip keadilan yang menjadi tujuan utama syariat.

Karena itu, menjadi muslim yang baik sekaligus warga negara yang baik bukanlah dua hal yang bertentangan, melainkan saling menguatkan.

Pemuda Remaja Masjid sebagai Penjaga Nilai Kebangsaan

Indonesia saat ini sedang menikmati bonus demografi. Jumlah generasi muda berada pada proporsi terbesar dalam sejarah bangsa. Di satu sisi, kondisi ini merupakan peluang emas untuk melompat menjadi negara maju. Namun di sisi lain, bonus demografi dapat berubah menjadi beban apabila generasi muda kehilangan karakter, integritas, dan arah perjuangan.

Di sinilah peran strategis pemuda remaja masjid menjadi sangat penting.

Pemuda remaja masjid bukan hanya penggerak kegiatan keagamaan. Mereka adalah agen perubahan sosial, kader pemimpin masa depan, penjaga moral bangsa, sekaligus penggerak pemberdayaan masyarakat.

Melalui berbagai kegiatan pembinaan, kajian keislaman, pendidikan Al-Qur’an, aksi sosial, pemberdayaan ekonomi umat, hingga gerakan kemanusiaan, pemuda remaja masjid sesungguhnya sedang mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila secara nyata.

Ketika pemuda masjid mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak, mereka sedang menguatkan sila pertama.

Ketika mereka membantu korban bencana, menggalang donasi kemanusiaan, dan melayani masyarakat tanpa membedakan latar belakang, mereka sedang mengamalkan sila kedua.

Ketika mereka menjaga ukhuwah, merawat toleransi, dan memperkuat persatuan bangsa, mereka sedang meneguhkan sila ketiga.

Ketika mereka membangun budaya musyawarah dalam organisasi, mereka sedang menjalankan sila keempat.

Dan ketika mereka memberdayakan ekonomi umat, membantu masyarakat kurang mampu, serta menghadirkan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar, mereka sedang menghidupkan sila kelima.

Tantangan Generasi Digital

Di era media sosial dan kecerdasan buatan saat ini, tantangan pemuda semakin kompleks. Arus informasi bergerak tanpa batas. Narasi kebencian, hoaks, intoleransi, radikalisme, hedonisme, hingga budaya instan dapat dengan mudah memengaruhi pola pikir generasi muda.

Karena itu, pemuda remaja masjid harus tampil sebagai generasi yang cerdas, kritis, moderat, dan produktif.

Mereka harus menjadi teladan dalam literasi digital, menjadi penyebar pesan-pesan positif, membangun ruang dialog yang sehat, serta memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan di tengah keberagaman.

Masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual semata, tetapi harus kembali menjadi pusat pendidikan, pusat pemberdayaan, pusat inovasi, dan pusat lahirnya generasi pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

Komitmen BKPRMI untuk Indonesia Emas 2045

Dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, BKPRMI terus berkomitmen memperkuat gerakan dakwah dan pembinaan generasi muda melalui berbagai program strategis, termasuk penguatan kaderisasi, pendidikan Al-Qur’an, pemberdayaan ekonomi masjid melalui Gerakan Bangun Ekonomi Masjid (GERBANG EMAS), pengembangan teknologi digital berbasis masjid, serta peningkatan kapasitas kepemimpinan pemuda.

Kami meyakini bahwa Indonesia yang maju tidak cukup hanya dibangun oleh kekuatan ekonomi dan teknologi. Indonesia juga harus dibangun oleh manusia-manusia berkarakter, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan memiliki komitmen kebangsaan yang kuat.

Pemuda remaja masjid adalah salah satu pilar penting dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

Penutup

Hari Lahir Pancasila hendaknya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen kebangsaan dan keumatan. Pancasila dan nilai-nilai Islam bukanlah dua kutub yang saling berhadapan, melainkan dua kekuatan yang saling menguatkan dalam membangun Indonesia yang damai, maju, adil, dan bermartabat.

Mari jadikan masjid sebagai pusat pembinaan karakter bangsa. Mari jadikan pemuda remaja masjid sebagai pelopor persatuan, penggerak perubahan, dan penjaga nilai-nilai Pancasila. Dari masjid kita membangun generasi beriman, berilmu, berakhlak, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Dirgahayu Pancasila.

“Memperkokoh Ideologi Pancasila, Menuju Indonesia Raya.”

BKPRMI Maju, Masjid Berdaya, Indonesia Jaya.

Admin bkprmi Jakarta
Author

Admin bkprmi Jakarta

BKPRMI DKI Jakarta siap kolaborasi dan sinergi untuk Pembinaan dan Pengembangan Potensi Pemuda Remaja Masjid, Pemberantasan buta huruf AlQur'an, dan sosial masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HTML Snippets Powered By : XYZScripts.com