Nanang Jahidin Apresiasi Kegiatan GUNTARA 2026 di Jakarta Timur
Jakarta Timur — Kegiatan GUNTARA 2026 (Gebyar Ustadz Ustadzah Nusantara) yang diselenggarakan oleh LPPTKA BKPRMI Jakarta Timur berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan ini menjadi tonggak baru karena pertama kali dilaksanakan di Indonesia serta telah dirancang berjenjang dari tingkat kecamatan, kota, provinsi hingga nasional.
Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai GUNTARA bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga inovasi strategis dalam meningkatkan kualitas ustadz dan ustadzah secara sistematis dan berkelanjutan.

> “Kegiatan ini sangat luar biasa. Selain menjadi yang pertama di Indonesia, GUNTARA juga sudah memiliki sistem berjenjang hingga nasional. Ini menjadi langkah besar dalam membangun kualitas ustadz dan ustadzah yang lebih profesional dan berdaya saing,” ujar Nanang Jahidin.
Dalam kesempatan tersebut, Nanang Jahidin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini, khususnya ketum DPD bkprmi jakarta Timur , kepada Direktur Daerah (Dirda) LPPTKA BKPRMI Jakarta Timur beserta jajaran, serta para ustadz dan ustadzah.
> “Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dirda LPPTKA BKPRMI Jakarta Timur dan seluruh ustadz-ustadzah yang telah berjuang dan berkontribusi, sehingga GUNTARA 2026 dapat terselenggara dengan baik, lancar, dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa BKPRMI terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an sebagai bagian dari upaya nyata dalam mensukseskan program pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di tengah masyarakat.
> “BKPRMI akan terus hadir dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas pengajaran Al-Qur’an. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk mendukung pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan membangun generasi Qur’ani yang unggul,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Jakarta Timur, Aripan, S.Pd.I, menegaskan bahwa konsep berjenjang tersebut memang menjadi kekuatan utama GUNTARA.
> “Sejak awal, GUNTARA sudah disusun dengan sistem berjenjang, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional. Ini bukan hanya kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi ustadz dan ustadzah,” ungkap Aripan.
Dengan sistem berjenjang yang jelas serta komitmen kuat dari BKPRMI, GUNTARA 2026 diharapkan mampu menjadi standar baru dalam pembinaan guru ngaji di Indonesia serta melahirkan generasi Qur’ani yang unggul dan berakhlak mulia.





